Pay And Dewiq (Potlot Sejati)


Wawancara kali ini diisi oleh Pay Siburian dari rock band BIP yang telah merelease 2 album laris yakni “Turun dari langit” dan “Min Plus”. Pay juga terpilih sebagai salah satu gitaris yang tampil di album Gitar Klinik dan jam session bersama Andy Timmons di Hard Rock Cafe Jakarta. Pay sedang berada di studionya ketika dihubungi staff Gitaris.com.

Pay Slank

Berikut wawancara Pay bersama Maysan dan Wiwik Wibowo dari Gitaris.com:

Halo Pay! Bisa ceritakan awal karir Anda bermusik?
Dari awal saya sudah mulai jadi player… ngisi-ngisi aja. Saya bukan arranger, saya player saja. Slank sendiri sudah mulai dari tahun 1988, saya masuk Slank pada tahun 1989. Kemudian saya kenal dengan beberapa produser dan coba-coba nawarin demonya Slank, akhirnya ketemu dan Slank diambil. Tahun 1990 Slank mulai rekaman.

Kapan Pay mulai belajar bermain gitar?
Sejak SD kelas 4 saya sudah main.

Setelah Anda tamat sekolah apakah Anda mempunyai kegiatan lain?
Saya sekolah malah ngga selesai nih :)) SMA kelas 3 saya tidak terusin udah berantakan sekali karena saya banyak ngeband sana sini, ujian saya tinggalin. Waktu itu saya lagi senang-senangnya dengan musik.

Pada masa itu Pay sendiri pernah terobsesi tidak, ingin menjadi siapa?
Steve Vai kali yah.. ketika tahun 88-89 Vai masih bersama David Lee Roth.

Pada masa itu apakah Anda sering membawakan lagu-lagu idola Anda?
Ya, saya suka membawakan lagu-lagu Van Halen!

Lagu-lagu tersebut kebanyakan Anda bawakan di mana?
Sebelum Slank, kita sering bawakan lagu-;agu tersebut di kampus-kampus, SMA-SMA atau acara-acara biasa.

Apa yang membuat Anda serius dengan profesi ini?
Hm.. itu mengalir begitu saja sih yah.. saya merasa nikmat sekali main gitar itu, saya tidak pernah berpikir entarnya harus bagaimana 🙂. Yang jelas waktu itu gua latihan, gua ngulik terus sampai sekarang ini.

Sejak kapan Anda merasa nyaman dengan kemahiran Anda dalam bermain? Misalnya sampai Anda bisa improvisasi blues dan sebagainya?
Itu banyak faktor sih ya, misalnya dari banyak nge-jam atau pengalaman batin (soul). Secara teknis sih mungkin banyak gitaris yang bisa main, tetapi begitu ngeband koq ngga asyik. Jadi sebagai gitaris kita itu jangan terlena untuk main seperti gitaris lain, cobalah untuk bermain dengan gaya sendiri. Ada saatnya di mana kita harus melepaskan idola kita dan kapan kita mendapatkan jati diri kita.

Sejak kapan Anda tidak memainkan lagu orang lain lagi?
Sejak saya pertama rekaman bersama Slank, sejak orang lain bisa menerima permainan saya. Sejak itu saya tidak pernah lagi membawakan lagu orang lain. Kita sangat konsekwen sekali dalam membawakan lagu kita sendiri. Kalau kita tidak bawain, masa kita mengharap orang lain yang mau membawain?🙂

Ketika Pay membawakan lagu orang lain, apakah Pay itu main seperti lagu aslinya atau kebanyakan diimprovisasi?
Nah itu🙂 Setiap kali ngulik sih ngga pernah terlalu dapat, perasaan gua🙂 Jadi banyak di tengahnya ngarang gitu🙂 Memang kadang-kadang susah banget aslinya hahaha. Dulu itu kan belum seperti sekarang, kaset VHS aja banyak banget kan… ada buku, video, dan sbgnya. Itu kaset sampai bulug kali saya bolak balik terus.. :))

Kalau kita perhatiin permainan Anda agresif dan bagus sekali ketika di album Slank yg pertama baik dari segi teknik maupun dari sisi lainnya.
Saya pribadi sih lebih senang album Slank yang ke-4 (Generasi Biru) yah. Di album pertama itu saya masih cari-cari ciri dan warna saya sendiri. Album terakhir lebih ke musikalitas. Untuk sekarang ini, teknik itu mungkin perlu .. tapi bukan hanya itu yang saya andalkan.

Sebelum Anda bergabung dengan Slank, apakah pernah ada kendala dengan profesi Anda sebagai gitaris?
Ketika itu sebagai anak muda yang masih polos banget, saya belum kepikir atau takut. Soalnya waktu itu belum ada contoh seseorang yang berprofesi sebagai gitaris dan sukses, mas Ian Antono sendiri waktu itu juga belum apa-apa. Kadang-kadang saya sempetin ngajar ke beberapa murid untuk senar atau apa gitu.

Kebanyakan mas Pay itu lebih sering mengajar di Sekolah Musik atau privat?
Ya, semacam itulah bisa dikatakan dari teman ke teman. Kalau sekolah musik belum pernah dan ngga tahu gimana caranya.

Kami denger-denger mas Pay ini otodidak yah?
Banget banget…

Menurut Anda teori musik itu wajib ngga sih untuk semua gitaris, terutama pemula?
Teknis itu perlu, teori itu perlu… tapi bukan cuman itu. Teori itu kan hanya mempermudah…. namanya musik kalau kita main itu enak didenger kenapa ngga?

Untuk seorang gitaris pemula, dengan hanya mengandalkan feeling tanpa kemampuan teknis apakah bisa?
Coba kalau Anda berfikir secara orisinilitas, mungkin dia tidak belajar dengan teknik yang ada tetapi dia mempunyai cara tersendiri, walaupun mungkin agak melawan arus. Itu bisa dikatakan sebagai bakat, jadi teknik yang ada ini membuat kita itu sama saja dengan yang sudah ada. Misalnya skill yang sama atau cara vibra yang sama atau cara main yang benar… sebenarnya yang bener itu tidak ada, itu relatif sekali.

Selama ini ada tidak musisi Indonesia yang turut membantu atau menjadi sahabat Anda? atau saling berbagi ilmu?
Edi Kemput kali yah… kebetulan waktu itu Bimbim dan Rere (drummer Grass Rock) suka latihan di Potlot. Jadi kadang-kadang saya suka melihat permainan Edi.

Hm berarti pergaulan sangat dibutuhkan sekali oleh seorang gitaris yah?
Ya, itu dinamakan habitat. Kita harus sering tukar ilmu dengan teman kita supaya kita tidak mentok dan berkembang terus. Kita tidak perlu gengsi untuk masalah itu. Kita tidak perlu menilai siapa yang lebih senior, tetapi kalau memang ada yang main lebih bagus dari saya, kenapa saya tidak bertanya kepadanya?

Ketika Anda jam session bersama Andy Timmons di Hard Rock Cafe, permainan Anda mengalir dan spontan begitu saja. Apakah ada inspirasi atau referensi yang membuat Anda dapat bermain seperti itu?
Referensi sih wajib yah, tetapi untuk bermain rock yang basic banget itu blues yah… blues tuh no.1 kalau mau jadi pemain gitar. Di mana kita perlu nge-jam spontan.

Sebenarnya sejak kapan mas Pay itu merasa bisa main blues?
Kalau saya mungkin terbalik yah, kalau di luar negeri kan blues menjadi basic yah… baru mereka mempelajari yang sulit-sulit. Kalau saya waktu itu udah belajar ke mana-mana, habis itu baru belajar blues. Tetapi ngga apa-apa, yang penting saya masih belajar. Waktu itu yang saya tahu main bluesnya bagus… itu pemain bass saya si Bongky, kadang-kadang kalau kita nge-jam berdua saya merasa anjrit nih orang, mainnya jago banget. Waktu itu saya masih banyak main lagu orang lain🙂

Pernah tidak Pay merasa ingin menjadi Shredder seperti Yngwie gitu?
Pernah donk, tetapi untuk sekarang ini tidak terlalu ya karena waktu itu kan ada Vai, Yngwie segala yah. Sekarang ini saya lebih ke musikalitas.

Mas Pay sendiri ada rencana untuk bikin solo album instrumental?
Hm tidak sih, saya tidak sehebat itu. Untuk saat ini tidak ingin menjadi gitaris yang terlalu bagaimana, yang penting orang bisa menilai saya dari musikalitas. Dari membuat sebuah lagu menjadi asyik didenger orang.

Sejak kapan sih fans Anda mulai memperhatikan permainan Anda atau sadar akan kelebihan dari permainan Anda? Mungkin sejak album Slank atau BIP?
Kita akan mulai merasa begitu kalau sudah menulis lagu sendiri, sejak kita melepas semua atribut2 itu dan menjadi diri kita sendiri. Dari situ saya merasakan fans saya mulai memperhatikan permainan saya. Kalau saya sendiri saya tidak mau terbatas dengan misalnya saya main dangdut, dangdut aja. Karena yang saya anggap soul itu bukan musiknya… cara mengekspresinya ini …. saya main musik jazz atau rock, expresi itu versi gua.

Sebenarnya porsi Pay itu untuk lagu dan solo gitarnya berapa persen?
Sebenarnya ini kerja 1 team yah… banyak sih waktu karena saya pemain gitar… banyak chord dasar itu dari saya dan nanti pengembangannya bareng-bareng.

Proses pembuatan lagu ketika Anda di Slank dan sekarang ini sudah berbeda jauh tidak?
Tidak, itu masih kebawa. Kita bikin lagu tidak pernah direncanain terlebih dahulu, kita merem datang sendiri, tidak punya materi apa2 .. ngarang di tempat.. jadi.. begitu aja. Bisa di mana saja, di rumah bisa, di studio bisa.. spontan saja.

Kita sering denger 1 band bisa ngumpul bareng-bareng dan lantas bisa tiba-tiba bikin lagu…
Itu dari jam terbang mungkin yah .. memang saya sejak main gitar itu udah mulai ngejam-ngejam .. ngarang2 walaupun berantakan.. waktu itu yakin aja gitu.

Pay sendiri punya solo gitar favorit tidak dari lagu Slank atau BIP?
Mungkin banyak di album ke-4 kali yah? Judulnya Hey…Bung!

Mas Pay bisa dibilang kolektor gitar tidak?
Dulu pernah, tapi sekarang tidak lagi… saya dulu pernah kena drugs sampai saya jualin semua. Begitu saya udah sembuh saya mulai dari nol lagi, saya ngumpulin lagi. Sekarang saya diendorse oleh Ibanez.

Untuk saat ini Anda memiliki berapa gitar?
Sat ini saya punya 4 buah gitar. 2 bh gitar Ibanez, 1 bh Fender & 1 bh Telecaster.

Saya pernah melihat Anda mengunakan Ibanez Reb Beach Model, apakah gitar ini masih Anda pakai?
Ya, masih.

Ketika Anda merekam lagu “Ke Rumah Kak Butet” di album Gitar Klinik, gitar apa yang Anda gunakan?
Wah waktu itu saya tidak punya gitar, kalau tidak salah saya malah pinjam.🙂

Bagaimana ceritanya Anda bisa diundang untuk main di Gitar Klinik? Apakah ada seleksi terlebih dahulu untuk main di album itu?
Hm.. itu dari Irfan yang kontak saya, dia bilang kita rame-rame yuk bikin Gitar Klinik, ada Eet dan lain-lain. Tidak ada seleksi.

Menurut Anda gitaris Indonesia yang mainnya paling OK siapa?
Eet donk! Mungkin cuman Eet dan Edy Kemput saja yah.🙂

Mengapa Anda memilih mas Eet dan Edy Kemput? Mungkin punya alasan tertentu?
Karena menurut saya nada yang Eet pilih bagus sekali, nusuk ke jantung gitu lho. Apalagi waktu saya lagi demen-demen lagu yang beatnya keras, soundnya dia dapat… semuanya deh!! pas banget buat saya.🙂 Kalau Edy Kemput, not dia yang mainin aneh-aneh deh.

Apakah Anda cukup senang dgn perkembangan musik saat ini?
Saya rasa, kalau seru sih lebih seru dulu yah? Sekarang tuh mungkin orang lebih nyantai mainnya, lebih simple.

Kira-kira di zaman apa itu yang Anda maksud seru?
Zamannya Hard Rock, waktu itu orang lebih usaha mau jadi pemain band… gimana dulu baru bisa🙂 Dibandingkan dengan dulu itu, tantangannya lebih berat. Kalau yang sekarang itu lebih instant, lebih cepat naik lebih cepat hilang…

Menurut Anda permainan Anda lebih terpengaruh gitaris mana? Kalau kami denger dari lagu yang ada di album Gitar Klinik sepertinya Anda sangat terpengaruh dgn permainan Joe Satriani?
Iya sih, saya suka banget sama dia! Juga Michael Lee Firkins, seperti di album Gitar Klinik itu saya ada main slide cuman tidak menggunakan slide tetapi tremolo.

Bagaimana rasa Anda ketika Anda bermain bersama Eet dan Ian Antono?
Waktu itu saya sempat bangga, saya kirain Ali Akbar mengajak saya itu hanya bercanda-canda saja. Ternyata jadi, saya sempat panik juga🙂 Pembuatan musik untuk acara itu malah dibebanin ke saya, akhirnya saya buatin juga. 🙂 Mas Eet sempat mengubah chord progresi yang saya buat ketika itu, berhubung chord yang saya buatin itu kurang enak buat solo dia!🙂

Mengenai sound yang gunakan ketika pertama kali rekaman dengan Slank, apakah Anda menemukan kesulitan? mengingat sound gitar selalu beda antara main live dgn rekaman?
Kebetulan studio yang kami gunakan itu komplit sekali, mereka punya satu efek namanya Rocktron yang simulasinya jika dimasukin ke mixer, bunyinya seperti ditodong dari mic. Waktu itu gitar yang saya pakai juga dari studio tersebut, saya sendiri malah tidak bawa gitar.

Kira-kira berapa lama yang Anda butuhkan untuk mendapatkan sound yang Anda inginkan ketika rekaman pertama slank itu? Apakah sampai berhari-hari?
Tidak sampai berhari-hari, kebetulan Rocktron itu simple dan mudah sekali digunakan.

Mengingat toko musik di Indonesia tidak menjual semua produk yang ada. Apakah untuk mencari perlengkapan yang Anda butuhkan, Anda harus mengunjungi semua toko musik yang ada? Misalnya cari sound effect atau amplifier?
Tidak, saya hanya masuk 1 toko, begitu saya test ok, jadi deh!

Perlengkapan musik apa yang sedang Anda gunakan saat ini?
Untuk amplifier saya pakai Laney, untuk effect: Marshall, untuk gitar memang dari dulu saya cocoknya pakai Ibanez dan saya memang diendorse oleh BNG (Distributor Ibanez untuk Indonesia).

Untuk amplifier Laney, apakah memang sesuai dengan Anda atau hanya karena Anda diendorse oleh BNG?
Kebetulan sound yang saya inginkan itu, bisa saya temukan di amplifier Laney tsb.

Menurut Anda studio di Indonesia yang benar-benar bagus itu ada di mana?
Menurut saya yang bagus itu cuman studio baru Aquarius, menurut saya itu udah bagus banget, pantes menjadi idaman semua orang Indonesia. Kebetulan saya juga rekaman di situ.

Kami denger Anda pernah mengisi lagu Nicky Astria dan Deddy Dorres. Apakah dari produser meminta Anda harus bermain sesuai dengan trend atau diberi kebebasan sepenuhnya?
Mereka kasih saya musiknya, saya biasanya beri mereka pilihan. Kecuali saya bikin solo album.

Sebagai seorang player, apakah pernah merasa dunia Internet itu membantu kegiatan Anda?
Tentu saja, kadang-kadang saya suka browsing ke website Joe Satriani (satriani.com), saya ingin lihat dia pakai perlengkapan apa saja. Kebetulan dia juga ada album dengan judul “Strange Beautiful Music”, album favorit Joe Satriani saya adalah album lamanya: “Surfing With The Alien”.

Apakah Anda sudah berkeluarga?
Tentu saja sudah. Kebetulan istri saya itu penyanyi🙂

Apakah Anda mempunyai kerutinan latihan setiap hari?
Tentu saja, saya hampir setiap hari mengarang lagu dengan berbagai gaya musik. Kadang-kadang saya sempetin juga fingering untuk melemaskan jari, minimal 2-3 jam per hari deh.

Untuk proses pembuatan lagu apakah Anda juga menggunakan computer/MIDI seperti halnya gitaris modern lainnya?
Saya memang setiap harinya bermain dengan computer… untuk perekaman dan editing saya menggunakan software Protoors.

Bagaimana kebebasan setiap personil BIP dalam menciptakan lagu?
Sebebas-bebasnya, asal lagu yang tersebut enak saja. That’s OK.

Sejauh ini Anda pernah manggung di manca negara? Dan bagaimana respon mereka?
Pernah, di Malaysia. Respon mereka asyik deh… ada beberapa yang sudah kenal dan ada beberapa dari mereka yang memang mengikuti Slank. Waktu itu kami memang sedang mempromosikan album BIP.

Ok, terima kasih atas wawancaranya, Pay! Thanks a lot! 🙂
Ok, sama-sama!🙂

——————————————————————————

Sebagai pencipta lagu, Dewiq sedang laris. Iwan Fals, Siti Nurhaliza, Agnes Monica, Once, Ari Lasso, Bunga Citra Lestari, Dewi Sandra hingga Gita Gutawa, pernah dibuatkan lagu oleh Dewiq. Bahkan Krsidayanti dan Titi DJ harus bersabar karena masih dalam waiting list-nya.

Nama asli Dewiq (32) adalah Cynthia Dewi Bayu Wardani. Penambahan huruf “Q” di akhir sapaannya berawal dari sapaan teman-temannya dan kini menjadi nama popular. Sebelum menjadi pencipta lagu, Dewiq adalah penyanyi solo. Namun kariernya di dunia tarik suara biasa-biasa saja. Dewiq pernah menelurkan tiga album: Weeq (1996), Apa Adanya (1999) dan Hanya Manusia Biasa (2001).

Jauh sebelum menjadi penyanyi, Dewiq adalah pemain drum. Ia pertamakali menciptakan lagu buat orang lain di tahun 1998. Dari iseng, kata Dewiq, ia menciptakan lagu Dunia Belum Berakhir untuk grup Shaden. Lagu itu boleh dibilang sukses dan memiliki lirik yang unik, apa adanya dan to the point. Sejak itu banyak penyanyi lain yang meminta dibuatkan lagu oleh Dewiq.

KLIK - Detail Lagu-lagu karya Dewi berikutnya banyak yang popular. Di antaranya, Bukan Cinta Biasa (Siti Nurhaliza), Sunny dan Setelah Kau Pergi (Bunga Citra Lestari), Cinta Di Ujung Jalan dan Tanpa Kekasihku (Agnes Monica) serta Masih Bisa Cinta (Iwan Fals). Baru-baru ini ia mengeluarkan lagu Oke untuk dinyanyikan oleh Tika dan Tiwi atau T2 dan Klik untuk Ussy Susilawaty.

Duet diva Krisdayanti-Titi DJ disebut Dewiq masuk dalam waiting list-nya. “Agak lama proses pencarian untuk dua diva ini. Soalnya aku harus bikin lagu yang pas untuk keduanya,” kata Dewiq yang dibayar Rp 750 ribu untuk lagu pertama ciptaanya.

Curhat “Berdarah-darah”
Dewiq memang tidak mau kejar setoran. Dewiq mengaku sulit mengarang cerita untuk kemudian dijadikan lirik. Ia lebih suka jika si pemesan mencurahkan segala keinginannya, bahkan sampai curhat segala. Dengan begitu, si penyanyi akan menjiwai lagu yang akan diciptakan.

KLIK - Detail “Aku membuat lagu sesuai dengan kisah nyata atau minimal dari curahan hati teman. Dari curhat itu aku mendapat mood atau ilham. Aku enggak bisa diminta bikin (lagu) yang senang sementara aku mendapatkannya lagi enggak senang. Paling-paling, ya take it or leave it,” kata Dewiq yang akan merahasiakan curahan hati seseorang. Pernah Dewiq mencipta lagu dalam waktu 10 menit, setelah pemesan lagu curhat kepadanya sampai “berdarah-darah”.

Jika tidak ada yang curhat kepadanya, Dewiq akan biasanya akan mencari ilham dengan pergi menonton ke bioskop. “Tapi dengan catataan pemainnya harus idolaku. Kalau iya, bisa cepat tuh, menghasilkan sebuah lagu,” kata Dewiq yang juga bisa memainkan gitar dan piano.

Selain ilham tadi, dalam menciptakan lagu, Dewiq juga butuh biodata dan jenis suara calon penyanyinya. “Kalau artisnya sudah aku kenal, biasanya enggak perlu. Tapi kalau penyanyi baru, aku meminta contoh suaranya dan sedikit biodata. Misalnya, siapa penyanyi idolnya dan suka musik jenis apa. Sehingga aku tahu lagu mana yang bisa aku kasih.”

KLIK - Detail Sembuhkan Suami
Salah satu sebab Dewiq membelokkan kariernya dari penyanyi ke pencipta lagu adalah suaminya, Parlin Burhan atau Pay. Pay dulu adalah gitaris Slank dan kini bersama alumni Slank yang lain, Bongky dan Indra, membentuk band BIP.

Seperti yang banyak diketahui, Pay dulu pernah jadi budak narkoba. Selama dekat dengan Pay, Dewiq berusaha untuk menyembuhkannya dari pengaruh narkoba. Agar bisa lebih intensif mengurusi dan memberikan perhatian kepada Pay, Dewiq yang dinikahi Pay enam tahun lalu memutuskan lebih banyak beraktivitas di rumah dan menciptakan lagu.

“Pernikahan kami diwarnai dengan up and down. Waktu itu, Pay kan masih nyabu, ngobat dan sebagainya. Hanya dengan cinta dan kasih sayang, sebagai istri aku mendampingi dia sampai clean. Kalau di rumah kan, aku biasa ciptain lagu sambil liat dia. Makanannya bagaimana? Sudah makan atau belum? Kalau sama-sama sibuk nyanyi di luar kapan ketemunya. Alhamdullilah dia sembuh seperti sekarang,” ujar Dewiq yang berpacaran dengan Pay di tahun 1996.

KLIK - Detail Kini Pay amat men-support kiprah Dewiq sebagai pencipta lagu. “Aku sebetulnya banyak belajar dari dia. Dulu aku suka memperhatikan bagaimana kalau dia mencipta lagu. Kini dia mengingatkan aku agar tidak terjebak pada lirik dan notasi yang monoton,” cerita Dewiq lagi.

Walau sudah cukup lama membina hubungan rumahtangga, Dewiq-Pay belum punya rencana ingin punya momongan. “Kami masih ingin santai, dan terus berkarya di bidang musik,” kata Dewiq beralasan.

Ya, Dewiq dan Pay masih sering menghabiskan waktu untuk bermain bersama teman-temannya atau traveling. “Aku dan Pay tak pernah pergi berdua saja. Kami selalu berlima atau berlima belas. Tapi aku senang dan menikmati keceriaan itu. Kalau ramai-ramai kan ceria, lucu-lucu komentarnya,” cerita Dewiq yang senang pergi ke pantai.

Suatu ketika Dewiq yang senang surfing ini ingin memiliki rumah sekaligus studio di Pulau Bali. Dewiq mengaku sudah jatuh cinta dengan Pulau Dewata itu. “Kalau aku merasa suntuk di Jakarta, aku langsung terbang ke Bali. Di sana surfing sepuasnya. Setelah surfing, biasanya aku seperti habis di-charge. Untuk nulis lagu juga bisa lebih lancar. Tapi kalau terlalu lama di Bali, Pay bolak-balik telepon aku, disuruh pulang ke Jakarta,” ungkap Dewi yang pernah dalam tempo sebulan empat kali bolak-balik surfing ke Bali.

Sebagai manusia bebas, Dewi juga punya keinginan keliling dunia bermobil trailer. “Andai aku belum kawin ya,” serunya sambil tertawa lebar.

21 thoughts on “Pay And Dewiq (Potlot Sejati)

  1. mbak lagunya emg bener@ yahuud pokoknya mbak mo nanya, biasanya mbak suka bikin audisi penyanyi baru ngak??????kalo ada aku pengen ikut kabarin y mbak. semoga sukses terus…..gambatte

  2. salut buat bang Pay n mb’ dewiq…
    q adlh ibu muda yg baru aj dikaruniai baby boy yg sangat lucu:)
    pas q hamil janin dlm kandunganku sllu q terapi dengan lagu2 BIP n lagu2 ciptaan mb’dewiq di albumnya Once n Agnes…
    he2..kapan ya bisa ketemu 2 master ini…????
    q jg sma ma mb’dewiq kurang lebih kisah ngerebut hati suamiku..
    ya.. kok jd curhat2tan…
    q yakin suatu saat bisa ketemu kalian berdua n curhat2tan kali ya..
    amin ya Alloh…

  3. Knp slank g prnh manggung di SUMEDANG?Pdhl slankers di sumedang sngat mengharapkan khdiran slank

  4. ass. mas pay n mb dewik aku suka loo dengan kalian, tp aku pingin lebih tau lagi tentang kedekatan waktu pacaran kalian dengan yang sampai kepernikahaan kayanya asyikk banget,, kirimin foto kalian berdua donk yang terbaru… kaciyaaa

  5. hi bro……..gw ngefans berat ama elo “PAY” gw pikir permainan gitar elo asyik banget,gw udh tau kiprah elo di dunia music TOP BGT he………he….. jujur bukannya ungkit2 waktu elo masih di SLANK,setelah elo kaga’gabung ama SLANK lagi rasanya sound gitarnya kaga’ seenak elo.tapi stelah elo,bonky&IndraQ biki BIP gw bersyukur banget,coz BIP lebih TOP dari SLANK sekarang……..sorry……….bro… kapan neh BIP keluarin album 4??????????????gw tunggu coz gw BIPers…oke thanks

  6. Assalamualaikum wr.wb.

    salam hangat slalu…
    buat teh dewiq…saya acungkan 2 jempol
    sukses buat karir nya…….cita dan cinta nya..

    terlintas sayah ingin membuka kerja sama denga teh dewiq
    mungkin ngga yah..???

    menggarap lagu² karya nya….!!!

    gmn jadinya klo lagu² saya turut di campuri bumbu teh dewiq???

    teh dewiq, saya dengan besar harapan teh dewiq bisa membantu

    klo boleh tau contact teh dewiq. spt email ato no tlp
    klo teh dewiq mau mengulurkan sedikit bantuannya….
    saya dari bandung……mohon respect nya
    tahrilalmachjumi@yahoo.co.id
    022-92455612

    trimaksih…hatur nuhun…..

    keep peace & love

  7. BIP thank yah .. akhirnya g bisa denger lagi MUSIK slank & untuk Indra Q soundnya gak usah dirubah karna musik slank itu musik lo.

    Andy Liany, Teguh Priambada “kidnap katrina”, Imanez, Cole “Flowers”.. Semoga damai di tempat peristirahatan yg terakhir amien.

  8. Assalamu’alaikum mba Dewiq ,,
    Mba dewiq , saya mempunyai banyak ciptaan lagu saya sendiri. Saya ingin bekerja sama dengan mba Dewiq dan Pay. Ada 1 lagu yang sudah saya rekam denga gitar yaitu lagu berjudul “Cinta Bertasbih”, “Pulau Bali”, “Narkoba”, “Sakau” dsb. Saya ingin ke tempat mba Dewiq dan bang Pay untuk memperlihatkan lagu-lagu ciptaan saya. Menurut saya, lagu saya lebih bagus dari lagu-lagu yang telah beredar di pasaran. Terima kasih.
    Sumarno 43 thn
    08-111-902-609/608

  9. Assalamu’alaikum mba Dewiq ,,
    Mba dewiq , saya mempunyai banyak ciptaan lagu saya sendiri. Saya ingin bekerja sama dengan mba Dewiq dan bang Pay. Ada 1 lagu yang sudah saya rekam denga gitar yaitu lagu berjudul “Cinta Bertasbih”, “Pulau Bali”, “Narkoba”, “Sakau” dsb. Saya ingin ke tempat mba Dewiq dan bang Pay untuk memperlihatkan lagu-lagu ciptaan saya. Menurut saya, lagu saya lebih bagus dari lagu-lagu yang telah beredar di pasaran. Terima kasih.
    Sumarno 43 thn
    08-111-902-609/608

  10. mas pay dan mbak dewi…. kalau kejakarta aku boleh mampir gk? aku pingin bgt bisa ketemu ama mas dan mbak juga ama ipank sekalian, karna kalian 1001 mimpiku……………..

  11. Sallut Bwt Pay N Dewiq !!! … Bwt Pay Gw pngen denger suara gitar Loch Kaya Di Album Slank 1 – 4 Disitu Suara Gitar Loch Bagaikan ada jiwanye doi bisa ikut nyanyi bareng sama KK ….. Kpn Nie Man Gw Bs Denger Di Album BIP ,,,.,. Ngga Rock’n Roll NgeBluess Aj D Piece N Love ..,.. Generasi Biru Serba Salah Feodalisme Birokrasi Complex Pisah aja Dulu terbunuh sepiReaksi Kimia Ngga perawan Kamu harus pulang

  12. bang pay,gimana ya caranya bisa sukses di dunia musik seperti anda tanpa mengorbankan idealisme musik kita,??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s