Posted in hystory, SomEthing Abouts My Country

Menelusuri Jejak Kedatangan Sang Proklamator


Foto Museum Pendaratan Amfibi Soekarno di Desa Iluta Gorontalo
Foto Museum Pendaratan Amfibi Soekarno di Desa Iluta Gorontalo

Foto lama berukuran besar yang terpampang di dalam ruangan museum pendaratan Presiden Pertama RI Soekarno menjadi bukti nyata kedatangan sang proklamator di Gorontalo. Anehnya dari keterangan foto tersebut tidak ada yang memastikan kapan presiden pertama itu menginjakkan kaki di Gorontalo. Satu-satunya petunjuk hanyalah tahun kedatangan sang proklamator yang tertulis disampul foto hitam putih yang tergantung disalah satu sudut ruangan. Penjaga museum, kolektor barang sejarah, hingga profesor sejarah tidak mengetahui angka pasti kapan Soekarno ke Gorontalo termasuk Dinas Pariwisata. Padahal, informasinya pemprof bakal mengucurkan dana ratusan juta guna membenahi situs sejarah ini.
Berdirinya museum pendaratan amfibi, sebagai bukti sejarah kedatangan Soekarno di Gorontalo memang masih terabadikan namun sayangnya dari berbagai sumber tidak mengetahui pasti kapan sang proklamator menginjakan kaki di bumi Hulondalo pertama kalinya.

Museum pendaratan Soekarno melalui pesawat Amfibi di Danau Limboto yang terletak di Desa Iluta Kecamatan Batudaa memang sudah lebih dari setengah abad berdiri. Semenjak direnovasi pemerintah Provinsi Gorontalo saat menyambut kedatangan Priseden Megawati Soekarno putri kerap dijadikan alternatif kunjungan wisata. Hal ini dapat dilihat dari daftar buku tamu di museum tersebut sudah mencapai ratusan orang dengan maksud untuk wisata.

Sayangnya bangunan berbentuk kotak yang digunakan sebagai museum tidak banyak menggambarkan bagaimana kondisi kedatangan Soekarno kala itu. Sekitar 3 buah lukisan besar, tampak Soekarno sementara berpidato dirumah dinas Walikota (Sekarang rumah dinas Gubernur) tanpa banyak keterangan. Selain tahun kedatangan seperti tertera di keterangan gambar tahun 1950 dan kedatangan ke dua kali 1956 tidak ada data lagi layaknya museum seutuhnya. Bahkan gambar yang diabadikan hanyalah ketika Soekarno bersama sang istri juga bersama Gubernur Sulawesi Utara kala itu. Selebihnya tidak ada data kapan dan berapa lama sang proklamator berada di Gorontalo. Satu-satunya petunjuk hanyalah tahun kedatangan sang proklamator yang tertulis disampul foto hitam putih yang tergantung disalah satu sudut ruangan.

Iko Adam (54) warga Iluta Kecamatan Batudaa yang sudah enam tahun menjaga situs sejarah ini tidak bisa memberikan banyak keterangan. Lelaki paru baya tersebut tidak mengetahui dengan pasti kejadian saat itu. Yang diketahuinya bangunan tua yang kini dijadikan museum telah dibangun sejak 1936 termasuk dermaga sebagai tempat pendaratan Soekarno.

Begitupun salah satu profesor sejarah yang ditemui Gorontalo post untuk mengungkap kapan kedatangan sang proklamator ini. Sang profesor mengaku tidak tahu menahu seputar peristiwa penting dalam sejarah Gorontalo tersebut. “Saya tidak tahu apa-apa,” jelas profesor sejarah ini.

Penelusuran menelusuri jejak sejarah sang proklamator di bumi Hulondalo terus berlanjut, Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo ketika ditemui wartawan Koran ini pun demikian. Tidak mengetahui tanggal yang jelas kedatangan presiden pertama RI itu. Ketti Bin Umar dan Ami Agus salah satu pegawai di Dinas Pariwisata, ketika ditemui Gorontalo Post tidak mengetahui pasti kedatangan Soekarno, bahkan Ketti sampai hunting ke Jakarta untuk mencari bukti sejarah kedatangan sang presiden namun tidak juga ada hasil. Padahal menurut Keti Pemerintah Provinsi telah menganggarkan sekitar Rp 450 juta untuk pembangunan situs sejarah ini

Titik terang kedatangan Soekarno datang dari salah satu Dosen UNG yang ayahnya dikatakan salah satu saksi sejarah. Bahkan, Harli Lihawa melampirkan foto-foto sejarah kedatangan Soekarno untuk kedua kalinya melalui Bandara Jalaludin. Namun sayangnya seperti nara sumber terdahulu Harli pun tidak mengetahui pasti tanggal kedatangan Soekarno. yang diketahuinya kunjungan Soekarno sekitar 6 hari untuk mengkapanyekan persatuan Indonesia. “Kedatangan Soekarno untuk mengkampanyekan kemerdekaan Indonesia, namun tanggal kedatanganya tidak diketahui dengan pasti,” jelas Harli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s