Posted in SlaNK

Slank Untung Meninggalkan Drugs


slank

KALAU ada sebuah grup band di Indonesia yang semua perilaku –positif dan negatif—ditiru mentah-mentah oleh penggemarnya, mungkin cuma Slank saja. Ketika mereka masih ngedrugs, diyakini banyak penggemarnya yang melegalkan perbuatannya atas nama Slank.

Imej Slank memang anak “nakal” dan “bandel” meski mereka punya sikap jelas. Mereka identik dengan anti kemapanan. Lirik-liriknya verbal. Kalau ingin memaki, mereka memaki. Tapi saat ingin romantis, meski liriknya ‘nakal’ mereka akan bermanja-manja juga. Album terakhirnya, VIRUS menunjukkan kematangan karakter personilnya.

Slank bermula dari Cikini Stones Complex, band yang dibentuk pada 1983 dan terdiri atas anak-anak SMA Perguruan Cikini. Sesuai namanya, Cikini Stones Complex banyak membawakan lagu-lagu The Rolling Stones.

Slank formasi pertama, yang dibangun dari pecahan Cikini Stones Complex (yang lain membentuk Cikini Metal Stones), didukung oleh Bimbim (dram), Willy (vokalis), Donny (bas), Bongky (gitar), dan Adri (kibor). Lalu susunan personel berubah. Pay masuk menggantikan Bongky, sementara Bongky menggeser Donny, dan Indra menempati posisi Adri. Mereka bermarkas di Gang Potlot, Jakarta Selatan, dan pertama kali masuk studio rekaman pada 1990.

Semula Slank bernaung di bawah panji manajemen Proyek Q, yang dikomandani Boedi Soesatio. Ketika rekaman album ketiga (Slank 3, 1993) manajemen ganti ditangani oleh Pulau Biru Management, sementara Boedi cukup bertindak sebagai produser. Mulai album keempat (Generasi Biru, 1994) Pulau Biru Management berganti nama menjadi Pulau Biru Productions; Slank sendiri bertindak sebagai produser. Tapi bahkan Pulau Biru pun, yang sebenarnya dibentuk sendiri, rupanya, kewalahan menangani anak-anak Slank, yang kini terdiri atas Bimbim, Kaka (vokal), Abdee Negara dan Ridho Hafiedz (gitar), serta Ivanka (bas).

Bunda Iffet Sidharta, ibu Bimbim, lalu mengambil alih manajemen, mulai album keenam (Lagi Sedih, 1997). Hasilnya? Bunda mengakui banyak yang curiga mengenai posisinya sebagai manajer. Nepotismelah. Tapi justru di tangannya ada hasil yang jelas. ”Sekarang baru kelihatan jadi duit,” tuturnya.

Dengan formasi baru (formasi 14) dan di bawah naungan Bunda itu kini Slank telah melahirkan sembilan album. Setelah Lagi Sedih muncul Tujuh (1998), Mata Hati Reformasi (1998) dan dobel album 99+09 (1999). Lima album pertama mereka adalah Suit Suit Hey Hey (1990), Kampungan (1991), Slank 3 (1993), Generasi Biru (1995), Minoritas (1996). Album-album yang diproduksi sebagian besar oleh Virgo Ramayana Record dan Slank Records tersebut dilengkapi The Best Slank 1-5, A Mild Live (1999) dan VCD album 99+09. Seluruh album Slank laku di atas 200 ribu. Album Tujuh mencatat penjualan tertinggi 600 ribu keping.

Predikat supergrup memang pantas mereka terima. Selain angka penjualan yang fantastis, Slank juga memiliki jumlah penggemar yang amat luas. Jumlah slankers, penggemar fanatik Slank, mencapai ratusan ribu yang tersebar di 20 kota dan bahkan ke beberapa negara. Yang memegang kartu anggota saja ada sekitar 20 ribu. Malah menurut Bens Leo, seorang pengamat musik, Slankers fanatiik bis amencapai 50 ribu. “Slank kelak bakal jadi LSM dengan jumlah anggota yang besar,” kata Bimbim.

Komunitas Potlot juga melahirkan penyanyi dan musisi yang sukses. Mereka antara lain Oppie, Anang, Imanez, Nita Tilana, Welly, Ecky Lamoh, dan tentu Pay, Indra Q, dan Bongky yang banyak mempromosikan grup baru setelah cabut dari Slank usai album ke-5, Minoritas. Mereka sekarang mendirikan BIP, yang katanya warna musiknya masih kental dengan warna Slank.

Boedi Soesatio bercerita, pertemuannya dengan Slank bermula ketika kepincut pada demo lagu yang dibawa oleh anak sahabatnya, Yudho (suami Titi Qadarsih) pada 1989. Bagi pembuat logo dan sampul kaset itu, lagu yang dibawa oleh Indra Qadarsih itu ibarat mutiara yang belum digosok. ”Mereka membawa pembaruan di blantika musik rock Indonesia lewat lirik yang apa adanya,” tutur Boedi.

Apalagi, Boedi menilai, saat itu pasar kaset sedang jenuh. Pop cengeng juga sudah jenuh. Inilah momentum. Kebetulan pembuat sampul album Nike Ardila itu juga tak asing dengan Pay, yang pernah kerja bareng. Strategi pun digarap. Boedi dan anggota Slank — Bimbim, Kaka, Pay, Bongky, dan Indra — menyatukan pendapat. ”Kami bersepakat untuk tidak sepakat.”

Mereka beradu argumen setelah lagu selesai digarap. Salah satu hasilnya adalah lirik lagu yang dinilai agak jorok agar diganti, seperti lagu Kupu-kupu Malamku menjadi Maafkan. Setiap personel Slank dinilai memiliki musikalitas yang tinggi. ”Soal menyanyi, fals sedikit boleh-boleh saja daripada harus mematuhi patron yang tepat.”

Bimbim kuat karena memiliki touch Rolling Stones. ”Indra, Bongky, dan Pay meski nggak nge-Stones, punya peran yang tak kalah kuat. Indra memberi renda, begitu pula Bongky, dan Pay yang memberi kancingnya.”

Inti dari kekuatan Slank, menurut Boedi, ada pada cara ungkap lirik dan tema yang mereka tawarkan sangat akrab dengan lingkungan sehari-hari. Hit-hit seperti Maafkan, Mawar Merah, Makan Nggak Makan Asal Kumpul, Orkes Sakit Hati, Bang Bang Tut, Nagih, Naik-naik ke Puncak Gunung, Tong Kosong, Siapa yang Salah, Balikin bertutur kehidupan sehari-hari yang apa adanya. ”Mereka bisa menjadi corong dan mewakili anak muda. Mereka bakal menjadi perwakilan unek-unek. Slank bakal menjadi gaya hidup.”

Dengan kekuatan-kekuatan yang dimiliki Slank, slogan Slank adalah anak muda yang slenge’an tapi punya sikap pun ditawarkan. Logo pun dibuat maskulin, yakni kupu-kupu besi dengan desain warna biru sebagai ikon.

Karena diprediksi bahwa Slank bakal menjadi gaya hidup, mereka menyebarkan angket, stiker, pin, kaos, rantai, sekaligus untuk memelihara fans. Inilah yang akhirnya melahirkan Pulau Biru. Wadah manajemen Slank, yang sekarang dipegang oleh Bunda Iffet Sidharta.

Slank kemudian terbukti menjadi gaya hidup. Para slankers meniru habis penampilan slank. Kaos ketat yang ngatung. Dompet di saku kanan belakang yang terikat rantai ke pinggang. Kalung dengan liontin logo ”Slank” berbentuk kupu-kupu. Itulah atribut khas kaum slankers.

Sebagian mereka ada pula yang mengenakan sapu tangan leher. ”Pis”, begitulah biasanya mereka biasa saling mengucap salam sambil menudingkan dua jari yang membentuk huruf ”V”. Kata yang diadopsi dari bahasa Inggris peace itu seolah juga telah menjadi sebuah moto perdamaian. Alhasil, andai dua kelompok penggemar bentrok di suatu pertunjukkan, salam ”piss” hampir dapat dipastikan bakal menjadi ”juru damai” yang sangat sakti. Bentrokan fisik pun niscaya akan dengan mudah terhindarkan.

Atribut-atribut yang melambangkan sikap ”anti-kemapanan” itu sebenarnya telah puluhan tahun lalu dicetuskan kaum Hippies ketika menentang intervensi Barat (Amerika Serikat) dalam Perang Vietnam, akhir 1960-an dan awal 1970-an. Lewat pakaian yang seenaknya — mirip sekali dengan gaya berpakaian para personel Slank — tampaknya hanyalah satu-satunya cara melakukan protes. Gaya pakaian junkies itu kemudian diikuti para slankers.

Untunglah, gaya hidup dekat dengan narkoba bisa mereka buang. Mereka sekarang sama-sama meneriakkan anti narkoba.

18 thoughts on “Slank Untung Meninggalkan Drugs

  1. mungkin aku sedikit terlambat kenal ama yang namanya slank, ta aku beneran ngefans ma mereka.. aku udah lama berkeinginan bertemu mereka.. kapan ya? o ya ada 1 hal yang ku sesalkan.. kok slankers club dipekanbaru bubar sih. . aktifin lagi dong. . aku sanggup kok untuk jd ketuanya

  2. gue yakin slank bakalan menjadi sejarah musik indonesia yang ngak mungkin dilupakan dan dikenang sepanjang zaman !

  3. Yg BikiN NganGenin dR SLANK Bidadari P’nyElaMatnYe,,!! N yG GniNg’tiN Gw AkaN SLANK MaTa HatiE RefoRmaZinYe,,!! PeAce LoV3 UniTy tHe ResPec………. BraVo,,!!! SLANKKER SUKATANI…. Q UcaPkan ThanKz U….. KaRna Lo InzFirazi Gw………

  4. menurutku slank itu ‘bidadari penyelamatku’ yang bisa membawaku ke jalan perdamaian, lewat musik blues dan rock n roll-Nya,, thats all

  5. kecil di suka, muda trkenal,tua kaya raya. mati msk surga………….AMIN………………………………………….

  6. gwe e5ng dri dlu ska sma slank……

    maju terus slank…

    pokoknya slank hrus mnjadi d’legend indonesia…

    kalau bsa si k’manca negara…..

  7. gw akan selalu cinta slank sampe mati…..dengan slogan hidup sederhana dan slengean terus…..

    1. slank maju trus pantang mundur

      JURUS TANDUR

      ┌П┐┌П┐
      │▒│ /▒/ **slank**
      │▒│/▒/
      │▒ /▒/─┬─┐ ** peace**
      │▒│▒|▒│▒│
      ┌┴─┴─┐-┘─ -**otonk**
      │▒┌──┘▒▒▒│
      └┐▒▒▒▒▒▒┌┘ **PLUR**

  8. sdah bnyak VIRUS SLANK yg mmpngaruhi ank2 muda,shngga susah tuk mlpakan SLANK…
    I LOVE U SLANK n SLANKERS se indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s