Posted in OupsS

Pria bersuara berat ‘punya lebih banyak anak’


Pria yang memiliki suara berat cenderung memiliki lebih banyak anak dibandingkan laki-laki yang berbicara dengan suara lebih tinggi, demikian menurut sekelompok ilmuwan.

Temuan mereka ini berdasarkan sekelompok suku pemburu dan peramu di Tanzania yang dikenal dengan nama suku Hadza, yang dapat diteliti tanpa bias karena mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Laki-laki yang bisa mengeluarkan nada rendah ketika berbicara rata-rata memiliki dua anak atau lebih dibandingkan pria yang memiliki suara lebih tinggi.

Fakta ini sesuai dengan penelitian bahwa wanita pada umumnya menganggap suara laki-laki yang lebih maskulin lebh menarik, demikian laporan tim ilmuwan itu di jurnal Biology Letters.

“Ada banyak alasan mengapa suara yang lebih berat bisa dikaitkan dengan keberhasilan reproduksi,” tutur Coren Apicella dari Departemen Antropologi di Universitas Harvard di Amerika.

Suara yang lebih dalam menunjukkan level testesteron yang meningkat, yang dapat membuat wanita menganggap laki-laki seperti itu sebagai pemburu yang lebih baik dan karena itu juga merupakan pencari nafkah yang lebih baik, katanya kepada BBC.

“Atau mungkin saja laki-laki yang memiliki suara lebih berat mulai bereproduksi lebih awal. Kami belum tahu apa alasannya.”

Sistim suara

Tim peneliti pimpinan Coren Apicella ini mempelajari suku Hadza karena “mereka menyediakan jendela untuk melihat masa lalu kita”, karena mereka masih hidup seperti nenek moyang kita dahulu dan tindakan mereka dapat menggambarkan tahap-tahap penting evolusi yang biasanya telah diubah oleh budaya modern.

Kaum wanita Hadza mengumpulkan buah-buahan, sementara kaum laki-laki berburu binatang dan mengambil madu.

Pernikahan tidak dijodohkan, sehingga laki-laki dan perempuan dapat memilih pasangan mereka sendiri.

Masyarakat Hadza mempraktekkan monogami, namun selingkuh di luar nikah cukup biasa dan angka perceraian tinggi.

Untuk melakukan penelitian itu, rekaman suara diambil dari 49 laki-laki dan 52 perempuan berusia antara 18 dan 55 tahun.

“Percobaan ini cukup sederhana,” kata Apicella. “Saya mengunjungi sembilan kamp yang berbeda dan saya membawa mereka dengan mobil Land Rover saya dan merekam mengeluarkan kata ‘Hujambo’, yang berarti ‘halo’, ke mikrofon.

“Saya kemudian menganalisa suara dan ketinggian suara dan membandingkannya dengan sejarah reproduksi orang itu, berapa anak mereka dan berapa anak mereka yang masih hidup.”

Hasil itu menunjukkan, semakin berat suara mereka, semakin mungkin mereka memiliki lebih banyak anak, tutur Apicella. Dia menambahkan tinggi suara tidak memiliki kaitan dengan angka kematian anak.

“Kami menemukan bahwa bagi wanita, nada suara tidak terkait dengan reproduksi.”

‘Olimpiade Hadza’

Karena kesamaan gaya hidup mereka dengan nenek moyang kita, keberhasilan reproduksi suku Hadza dapat menunjukkan cara manusia berkembang.

Bila kaum wanita tertarik dengan suara yang lebih dalam, ini akan mendorong hasil seleksi populasi sesuai dengan ciri itu. Dengan kata lain, laki-laki bersuara berat akan pada akhirnya akan menjadi dominan.

“Sangat mungkin perubahan suara telah berevolusi selama ribuan tahun, terutama karena seleksi terhadap kaum laki-laki,” kata Apicella.

“Mungkin untuk zaman dulu pernah tinggi suara laki-laki dan perempuan tingginya lebih dekat dibandingkan saat ini.”

Timnya berencana memperluas penelitian itu. Mereka sedang menganalisa data yang dikumpulkan dari eksperimen yang dimaksudkan untuk menguji apakah nada suara yang lebih rendah di kalangan laki-laki Hadza bisa digunakan sebagai indikator kinerja reproduksi.

“Saya mengadakan ‘Olimpiade Hadza’,” katanya. “Para masyarakat suku ini ikut dalam berbagai kegiatan, seperti lomba memanah, perlombaan lari, berburu dll.”

“Saya sekarang akan mengamati berbagai kegiatan ini untuk melihat apakah ada kaitan antara keberhasilan berburu, kinerja reproduksi dan nada suara.”

Penelitian ini dilakukan bersama-sama dengan Universitas McMaster dan Florida State.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s