Posted in SlaNK

Nongkrong tanpa Narkoba di Markas Slank


Slank ternyata nggak cuma bisa nyanyi. Kelompok musik ini juga aktif dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba. Pengen bukti? Sejak pukul 10.00 WIB, ratusan slankers, begitu sebutan untuk para fans kelompok musik Slank, udah menyemut di markas Slank. Ada apa ya? Bukan anak Slank namanya kalau nggak bikin kejutan. Bertempat di markas besarnya, Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, para personil Slank bikin acara yang cukup kreatif yaitu ngobrol bareng bertajuk Nongkrong without Drugs with Slank.

Acara yang berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (24 dan 25 Juni) lalu itu digelar dalam rangka menyambut hari madat sedunia. Walau dihadiri oleh para slankers, acara ini sebenarnya terbuka untuk umum lho, dan tentu saja gratis. Kamu, pasti penasaran banget, acara seperti apa sih yang mereka buat? Sesuai dengan judulnya, acara yang merupakan hasil kerja bareng pihak Slank dengan Sahabat Rekan Sebaya (SRS) serta FAN Campus, sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Jakarta, ini diisi dengan bincang-bincang dan berbagi pengalaman, penyuluhan disertai ajakan untuk memerangi penyalahgunaan narkoba, penayangan slide, pemutaran film Slank berjudul Peace Movement, hingga permainan, kuis, bazar, serta pertunjukan musik.

Acara diawali dengan bincang-bincang secara santai dan terbuka oleh kelima personil Slank yaitu Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivan. Gue kenal narkoba sekitar tahun 1993-an lah. Saat itu belum ada putaw. Yang baru dikenal adalah heroin yang cara memakainya dibakar. Terus masuk putaw yang disuntik,” aku Bimbim yang mengaku sering terganggu emosinya saat jadi pecandu. ”Rasanya nggak enak. Kayak dikejar-kejar setan. Pengennya dapat barang melulu. Gue jadi males bangun tidur, males mandi juga,” ujar Bimbim.

Sementara Kaka mengaku kapok menggunakan narkoba lagi. Menurutnya, sejak pakai narkoba, waktunya banyak yang terbuang percuma. ”Seharusnya ada kerjaan yang bisa selesai hari ini juga. Tapi nggak dikerjain. Kerjainnya bisa besok, lusa, bahkan minggu depannya baru jadi,” papar Kaka.

Saking kecanduannya, tiap kali manggung keluar Jakarta pun Kaka mengaku harus mengantongi putaw. Lah, emangnya nggak takut ketangkep? ”Gue kan mainnya cantik. Kalo tau ada polisi, gue buru-buru move duluan, tapi jangan ditiru deh!” tandas Kaka sambil mengingatkan sama slankers agar nggak ikut-ikutan nyoba narkoba. Begitu juga slankers yang masih suka mabok, segera berhenti. ”Mulai sekarang slankers harus berhenti narkoba,” seru Kaka yang diamini Bimbim, Ivan, Ridho, dan Abdee.

Acara yang berlangsung seru dan komunikatif ini tak ayal membuat Bunda Ifet yang merupakan ibu para personil Slank, ikutan sibuk. ”Ayo ngaku, yang masih pake tunjuk tangan, dan daftar ke posko konsultasi,” teriak Bunda yang tak segan-segan menarik para slankers yang masih kecanduan narkoba ke meja konsultasi yang telah disediakan. ”Kalian generasi penerus bangsa harus bebas narkoba dan mulai detik ini slankers harus bebas narkoba,” kata Bunda Ifet dalam orasi spontannya.

Sementara itu, Mohammad Rizky Putra, aktivis SRS yang juga koordinator acara ini mengatakan, acara heboh ini dimaksudkan untuk menyampaikan pesan antinarkoba kepada para penggemar Slank, alias slankers. ”Bentuknya edutainment, memberi pendidikan lewat hiburan”.

Sedangkan menurut dokter Aisah Dahlan, kepala unit narkoba Rumah Sakit Bhayangkara, Jakarta, acara seperti ini harus diadakan secara kontinyu karena cukup mengena sasaran. ”Semula mereka tertutup, tapi lama-kelamaan terbuka. Yang masih kecanduan narkoba mengaku tanpa dipaksa, lalu ingin berhenti. Untuk itu, saya berterima kasih sekali bagi yang mau berobat. Jadi, mesti ada orang yang memperhatikan mereka,” kata dokter Aisah

Para slankers bertobat
Tahu nggak, selama dua hari diselenggarakannya acara ini, tak kurang 600 anggota slankers mendaftar ke posko konsultasi dan bersedia untuk berobat. Mereka pun janji untuk berhenti pakai narkoba. Salah satu anggota slankers yang tobat itu adalah Sisca. Cewek berusia 16 tahun ini adalah anggota slankers Lubang Buaya, Jakarta Timur. ”Gue sebenarnya sadar, hidup gue jadi nggak teratur akibat narkoba. Setelah acara ini, gue jadi mantap untuk stop narkoba. Doain aja ya,” pintanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Arif Rahmat, slankers asal Pandeglang, Jawa Barat. ”Gue akan berobat dan bertekad untuk berhenti pakai narkoba. Para personil Slank bisa berhenti, masa gue nggak bisa sih,” kata slankers berusia 21 tahun ini.

Sisca dan Arif serta 600 slankers lainnya bertekad untuk stop narkoba. Bagaimana dengan kamu yang masih pakai narkoba? Mestinya, kamu mencontoh personil Slank dan para slankers itu. ”Stop narkoba sekarang juga! Bermusik yes, narkoba no!” teriak Bimbim dengan lantang di penghujung acara. Sebagai penutup, Slank dan para slankers bersama-sama menyanyikan lagu Slank berjudul Balikin. ”Balikin … oh…oh…balikin… hidup gue kayak dulu lagi…”.

One thought on “Nongkrong tanpa Narkoba di Markas Slank

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s